Selasa, 17 Desember 2019

Upaya Upaya pembangunan kesehatan gigi yang medukung pembangunan kesehatan

1. Pos Pelayanan Terpadu kesehatan gigi ( Posyandu ) 
Posyandu merupakan jenis UKM yang paling memasyarakatkan dewasa ini. Posyandu yang meliputi lima program prioritas yaitu: KB, KIA, Imunisasi,dan penanggulangan Diare. salah satu uapaya kesehatan gigi dalam posyandu adalah imunisasi gigi dan konseling pada ibu hamil berkaitan dengan status kebersihan gigi dan mulut ibu hamil, serta kesehatan gigi dan mulut bayi atau balita Kegiatan posyandu lebih di kenal dengan sistem lima meja yang, meliputi :
1. Meja 1 : Pendaftaran 
2. Meja 2 : Penimbangan 
3. Meja 3 : Pengisian Kartu Menuju Sehat (kartu menuju gigi sehat ibu hamil dan balita) 
4. Meja 4 : Penyuluhan Kesehatan gigi dan mulut, berkumur dengan baking soda, 
5. Meja 5 : Pelayanan kesehatan yang meliputi imunisasi gigi (pengolesan vi varnis atau fluor), pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut dan pengobatan

2. Pos Obat Desa ( POD ) Pos obat desa merupakan wujud peran serta masyarakat dalam hal pengobatan sederhana. Kegiatan ini dapat dipandang sebagai perluasan kuratif sederhana, melengkapi kegiatan preventif dan promotif yang telah di laksanakan di posyandu. 
Dalam implementasinya POD dikembangkan melalui beberapa pola di sesuaikan dengan stuasi dan kondisi setempat . Beberapa pengembangan POD itu antara lain : POD murni, tidak terkait dengan UKBM lainnya. 
a. POD yang di integrasikan dengan Dana Sehat ; 
b. POD yang merupakan bentuk peningkatan posyandu: 
c. POD yang dikaitkan dengan pokdes/ polindes ; 
d. Pos Obat Pondok Pesantren ( POP ) yang dikembangkan di beberapa pondok pesantren ; POD jumlahnya belum memadai sehingga bila ingin digunakan di unit –unit desa , maka seluruh ,diluar kota yang jauh dari sarana kesehatan sebaiknya mengembangkan Pos Obat Desa masing – masing. 

3. Dana Sehat Dana telah dikembangkan pada 32 provinsi meliputi 209 kabupaten/kota. Dalam implementasinya juga berkembang beberapa pola dana sehat, antara lain sebagai berikut. 
a. Dana sehat pola Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dilaksanakan pada 34 kabupaten dan telah mencakup 12.366 sekolahan. 
b. Dana sehat pola pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) dilaksanakan pada 96 kabupaten. 
c. Dana sehat pola pondok Pesantren, dilaksanakan pasa 39 kabupaten/kota. 
d. Dana sehat pola koperasi Unit Desa (KUD), dilaksanakan pada lebih dari 23 kabupaten, terutama pada KUD yang sudah tergolong mandiri. 
e. Dana sehat yang dikembangkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dilaksanakan pada 11 kabupaten/ kota. 
f. Dana sehat organisasi/kelompok lainnya (seperti tukang becak, sopir angkutan kota dan lain-lain), telah dilaksanakan pada 10 kabupaten/kota. Seharusnya dana sehat merupakan bentuk jaminan pemeliharaan kesehatan bagi anggota masyarakat yang belum dijangkau oleh asuransi kesehatan seperti askes, jamsostek, dan asuransi kesehatan swasta lainnya. Dana sehat berpotensi sebagai wahana memandirikan masyarakat,yang pada giliranya mampu melestarikan kegiatan UKMB setempat. Oleh karena itu, dana sehat harus dikembangkan keseluruh wilayah.kelompok sehingga semua penduduk terliput oleh dana sehat atau bentuk JPKM lainnya. 

4. Upaya Kesehatan Tradisional Tanaman obat keluarga (TOGA) adalah sebidang tanah dihalaman atau ladang yang dimanfaatkan untuk menanam yang berkhasiat sebagai obat. Dikaitkan dengan peran serta masyarakat, TOGA merupakan wujud partisipasi mereka dalam bidang peningkatan kesehatan dan pengobatan sederhana dengan memanfaatkan obat tradisinal. Fungsi utama dari TOGA adalah menghasilkan tanaman yang dapat dipergunakan antara lain untuk menjaga dan meningkatan kesehatan dan mengobati gejala (keluhan) dari beberapa penyakit yang ringan. Selain itu, TOGA juga berfungsi ganda mengingat dapat digunakan untuk memperbaiki gizi masyarakat, upaya pelestarikan alam dan memperindah tanam dan pemandangan dalam kesehatan gigi salah satunya pemanfaatan tanaman cengkeh dalam mengobati sakit gigi atau Pereda nyeri, dan berkumur dengan rebusan bunga rosela dapat mengobati ginggivitis Kader Kesehatan Kader di indonesia merupakan sosok insan yang menarik perhatian khalayak. Kesederhanaannya dan asalnya yang dari masyarakat setempat, telah membuat kader begitu dekat dengan masyarakat membuat alih pengetahuan dan olah keterampilan dari kader kepada tetangganya demikian mudah. Kedekatanya dengan petugas puskesmas telah membuat mereka menjadi penghubung yang andal antara petugas kesehatan dengan masyarakat. Profil kader yang paling dikenal adalah kader posyandu. Melejitnya jumlah dan peran posyandu dalam keberhasilan program keluarga berencana dan kesehatan. Telah turut mengangkat kepopelaran kader posyandu di Indonesia. Peran PKK (Pembinaaan Kesejahteraan Keluarga) dalam kader ini sangat besar, karena kampir seluruhnya kader posyandu atau kader PKK adalah wanita. Tim Penggerak PKK dari mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten / kota, kecamatan dan desa/kelurahan, selalu berupaya melakukan penggerakan dan pembinaan intensif terhadap kader PKK yang menjadi kegiatan posyandu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Assalamualaikum Wr. Wb. hai sobat blogger     Ini adalah postingan perkenalan ipit di blogini ya  ipit mulai mulai dengan perkenalan...